Perbedaan Stainless Steel, Alumunium, dan Plastik Sebagai Material Tumbler

Tumbler adalah wadah untuk air minum. Botol minum ini sangat praktis jika dibawa kemana-mana, baik itu untuk souvenir, merchandise event, hadiah atau acara tertentu. Tumbler memiliki berbagai jenis mulai dari warna, ukuran, desain, dan material.

Sebagai konsumen, kamu akan dibuat bingung ketika membedakan mana tumbler yang bagus dan cocok untukmu. Faktanya, tak semua tumbler yang dijual dipasaran aman untuk digunakan. Beberapa tumbler justru berisiko mengancam kesehatan karena terbukti mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Maka dari itu, kamu harus mengenali berbagai bahan yang kerap digunakan dalam pembuatan tumbler. Karena material inilah yang memiliki cri khas dan karakteristik berbeda-beda. Berikut ini 3 jenis material pembuatan tumbler dengaan ciri khas masing-masing :

Stainless Steel

Adalah material dengan grade tertinggi dibandingkan yang lain. Material ini kerap digunakan pada tumbler jenis termos dimana dilapisi sebanyak 2 kali (yaitu luar dan dalam) dan memiliki sealant sehingga dapat menjaga suhu panas maupun dingin dengan waktu cukup lama, kurang lebi 2 jam.

Material ini bersifat isolator sehingga tak mudah tertempel oleh bahan lain. Meskipun terbilang aman dan berkualitas, pamakaian tumbler stainless steel dalam jangka lama bisa menyebabkan korosi. Walau tak berbahaya, namun kandungan besi tersebut akan menimbulkan rasa aneh pada minumanmu. Nah jika dirasa minumanmu sudah mulai aneh, segera hentikan pemakaian.

baca juga: Jual tumbler di Surabaya, Murah dan Hemat.

Plastik

Tumbler satu ini kerap disebut tumbler sejuta umat karena paling banyak digunakan. Tumbler satu ini juga banyak digunakan sebagai souvenir dengan harga terjangkau. Karena tumbler ini berbahan plastik, maka beratnya pun jauh lebih ringan.

Namun sebelum kamu membelinya, perhatikan label dan kode dibawah botol. Jika tumbler tersebut berangka 1, maka hanya bisa digunakan sekali saja. Lalu produk berangka 2 dan 4 bisa digunakan dua sampai tiga kali karena berbahan polyethylene.

Kamu harus ingat untuk tidak menggunakan label berangka 3,6, dan 7 karena beresiko tinggi mencemari air yang dikonsumsi. Maka pilihlah angka 5 yang paling aman digunakan karena berbahan plypropylene yang dinilai lebih aman dari risiko gangguan kesehatan.

Biasanya tumbler plastik lebih ringan secara berat, namun bisa pula dibentuk sesuai keinginan, mengingat sifat plastik yang sangat lentur pada saat panas. Kamu juga tak boleh lupa untuk mengecek apakah tumbler yang diproduksi sudah memiliki sertifikat BPA Free sehingga aman dan baik untuk digunakan dalam jangka panjang.

Alumunium

Alumunium adalah tumbler yang harganya jauh lebih terjangau dengan fitur aman untuk suhu panas. Namun, jika kamu mengisi air panas didalamnya, kemudian langsung kamu pegang tumblernya, maka tanganmu akan merasakan panas akibat dari sentuhan tadi. Selain itu, alumunium bisa melepaskan serpihan aluminium ke dalam air. Meski terbilang aman, tak ada salahnya jika kamu memastikan wadah satu ini bersertifikat BPA Free.

Nah setelah mengetahui karakter dari tiga bahan pembuatan tumbler, semoga kamu tak akan bingung lagi untuk memilih tumbler yang tepat. Untuk informasi tumbler unik dan kekinian, silakan kunjungi https://tumblermurah.pesanonline.web.id/2019/01/05/cetak-tumbler/