Fakta Mengompol pada Orang Dewasa, Jenis dan Penyebabnya

Mengompol atau disebut juga enuresis merupakan hal biasa terjadi ketika anak berusia 5 tahun ke bawah. Namun terdapat juga fakta mengompol pada orang dewasa. Apabila anak-anak, penyebabnya sendiri karena kandung kemih yang belum berfungsi secara normal, tetapi berbeda ketika terjadi di orang dewasa.

Fungsi dari kandung kemih sendiri normalnya menjadi semakin sempurna seiring bertambah umur. Itulah mengapa ketika kamu sudah dewasa, tetapi masih mengalaminya, terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai. Berikut ini ada beberapa fakta mengenainya, meliputi jenis serta penyebabnya.

Dua Jenis Enuresis, Berdasarkan Waktu dan Penyebabnya

Fakta mengompol pada orang dewasa yang pertama adalah ada beberapa jenisnya. Jenis ini dibedakan dari beberapa hal. Namun beberapa macam ini juga dialami oleh rentang usia lain, yaitu anak-anak maupun lansia. Jenisnya sendiri ada yang dibedakan berdasarkan waktu serta penyebabnya.

Berdasarkan Waktunya

Berdasarkan waktunya, terdapat dua jenis mengompol. Pertama disebut dengan enuresis diurnal. Dimana dialami seseorang yang ngompol ketika siang hari. Sedangkan jenis kedua adalah enuresis nokturnal. Yaitu keadaan ketika seseorang tidak mampu menahan keluarnya urin pada malam hari.

Berdasarkan Penyebabnya

Selanjutnya adalah ngompol yang dibedakan dari penyebabnya, terdapat 2 juga jenisnya. Pertama adalah primer, dimana ngompol diakibatkan karena gangguan sistem saraf. Lebih tepatnya saraf yang mengontrol kandung kemih. Sehingga ketika kandung kemih penuh, penderitanya tidak bisa merasakan tandanya.

Sedangkan jenis kedua adalah enuresis sekunder. Terjadi akibat kondisi psikologis maupun fisik seseorang sedang tidak seimbang. Misal diabetes, stres, hingga adanya gangguan pada struktur saluran urin. Jenis sekunder inilah yang lebih umum terjadi pada orang dewasa.

Beberapa Penyebab Ngompol Terjadi pada Orang Dewasa

Pada pembahasan mengenai fakta mengompol pada orang dewasa selanjutnya, Kami akan jelaskan lebih detail beberapa hal yang bisa menyebabkannya. Terutama untuk kamu yang sudah berusia dewasa atau 6 tahun ke atas. Sehingga apabila diperlukan, kamu sudah bisa mengkonsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang terkait.

Gejala Diabetes hingga Gangguan Ginjal

Penderita diabetes juga sering mengalami neuropati perifer atau terganggunya persarafan tepi. Banyak juga yang mengenalnya dengan nama Neurogenic Bladder. Apabila terjadi dalam waktu lama, bisa berakibat infeksi saluran kemih sampai demam. Itulah mengapa perlu diagnosis lanjut dengan dokter urologi maupun dokter internis untuk penanganannya.

Gejala Inkontinensia Urine

Penyakit ini sebenarnya lebih umum dialami oleh seseorang yang sudah memasuki lanjut usia. Meskipun tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu psikologis serta kehidupan sosial penderitanya, karena tidak bisa menahan hasrat untuk buang air kecil. Bahkan beberapa kasus juga bisa memburuk kondisinya.

Ketika terdapat gejala seperti tidak dapat menahan BAB, gangguan berjalan hingga berbicara, terdapat bagian tubuh terasa lemas serta kesemutan, kesadaran berkurang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Sehingga nantinya bisa dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan sebelum muncul risiko komplikasi.

Menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK sendiri merupakan keadaan dimana adanya infeksi pada organ ginjal, kandung kemih, ureter, serta uretra. Nantinya ISK ini dibagi lagi menjadi dua berdasarkan organ yang terkena, apakah ISK bahwa atau atas. Beberapa gejala penyakit ini adalah demam, nyeri ketika kencing, hingga muncul darah di urine.

Selain itu muncul juga gejala sakit pada perut dan panggul, kencing seperti tidak tuntas, hingga ngompol pada orang dewasa. ISK sendiri bisa menyebabkan urosepsis yang lebih berbahaya. Dimana bakteri pada ginjal justru menginfeksi dan menyebar ke darah. Maka sebaiknya segera ke dokter ketika muncul gejalanya.

Selain penyebab di atas, sebenarnya ada beberapa lainnya yang perlu kamu ketahui. Saat ngompol terjadi pada kamu yang sudah berusia dewasa, bisa jadi karena masalah saraf, hormon yang tidak seimbang, terganggunya saraf tulang belakang, hingga terlambatnya perkembangan sistem saraf pusat.

Ngompol yang terjadi pada orang dewasa sendiri umumnya tentu lebih lama untuk disembuhkannya. Maka apabila terjadi secara menerus, fakta mengompol pada orang dewasa ini sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis. Sehingga bisa dilakukan diagnosis serta pengobatan lebih lanjut.