Hindari Toxic Parenting, Berikut Bahayanya Bagi Anak!

Pola asuh orang tua akan berdampak panjang pada diri seorang anak. Tak hanya fisik saja, namun dari sisi emosional, intelektual, dan spiritual pun turut dipengaruhi. Untuk itu, sebisa mungkin Anda harus menghindari toxic parenting karena dapat berdampak negatif pada anak. Kira-kira apa saja ciri-cirinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Ciri-Ciri Toxic Parenting yang Jarang Disadari Orang Tua

Agar Anda terhindar dari pola asuh toxic parenting. Ada baiknya Anda menyimak beberapa ciri-ciri berikut ini.

  • Egois

Seorang penganut toxic parenting akan lebih mementingkan segala urusan pribadi ketimbang anaknya. Mereka lupa bahwa hal tersebut dapat berdampak buruk bagi emosional anak.

  • Kendali Lebih Atas Anak

Ciri selanjutnya adalah kecenderungan untuk mendominasi dalam setiap keputusan yang berhubungan dengan anak. Selain mempengaruhi keputusan anak, hal-hal yang berhubungan dengan pribadi anak pun biasanya akan menjadi sasaran.

  • Emosi yang Tidak Terkendali

Hal yang paling parah dari seorang penganut toxic parenting adalah emosi yang tidak stabil. Jika menemui suatu kesalahan pada anak, ia akan bereaksi berlebihan dan tak segan untuk melakukan kekerasan.

  • Anak Selalu Disalahkan

Terakhir orang tua yang tergolong toxic parents akan senantiasa menyalahkan anak untuk semua hal yang dilakukan. Alih-alih mengapresiasi atas usahanya, orang tua tersebut akan memilih untuk mencari kesalahan si anak.

4 Dampak Menerapkan Toxic Parenting

Toxic parenting akan membawa dampak negatif bagi perkembangan mental dan emosional anak. Berikut ini beberapa kasus yang ditemui pada anak yang mengikuti pola asuh tersebut.

  • Menjadi Seorang yang Insecure

Sikap orang tua yang terlalu sering menyalahkan atau menakuti akan kegiatan anak yang bertolak belakang dengan keinginannya. Ternyata dapat membentuk pribadi anak menjadi kurang baik, ia akan menjadi seorang yang insecure, tidak percaya diri, dan sering menyalahkan diri sendiri.

  • Pribadi yang Pemurung

Anak korban toxic parents akan menjadi pribadi yang pemurung. Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa tidak adanya cinta kasih yang tulus dari orang tua.

  • Haus Akan Perhatian

Adanya toxic parents di lingkungan keluarganya memaksa anak menjadi seorang yang haus akan perhatian orang lain. Kondisi ini didasari pada kebiasaan dimana orang tua akan memberikan hadiah setelah ia menuruti permintaannya.

  • Mudah Alami Depresi

Tak dapat dipungkiri bahwa efek negatif paling serius yang bisa dialami oleh anak adalah mudah mengalami depresi. Hal ini didasari saat anak terlalu lama memendam emosi atas kekangan yang seringkali dilakukan orang tua.

Itu dia ciri-ciri toxic parenting yang mungkin tanpa disadari pernah Anda lakukan. Setelah melihat dampak negatifnya bagi anak, diharapkan Anda bisa lebih bijak lagi dalam mengelola pola pengasuhan. Semoga bermanfaat.

Sumber: bondanita.com