Ciri – ciri (Titikane) Geguritan

Pelajaran mengenai puisi dalam bahasa Jawa sudah banyak didapatkan di sekolah, tidak heran sebagian dari anak – anak mengetahui cara, membuat, bahkan membacakannya di depan khalayak umum. Namun sebelum itu, ketahuilah ciri – ciri (titikane) geguritan agar tidak binggung saat membuatnya.

Ciri Khas pada Geguritan

Seperti puisi pada umumnya, geguritan juga memiliki ciri khasnya sendiri. Dengan inilah, setiap orang yang hendak membuatnya akan merasa dipermudah, karena telah paham bagaimana kriteria pokok di dalam isi karya sastra Jawa tersebut.

Ciri – ciri (titikane) geguritan sendiri yakni memiliki aturan seperti jumlah suku kata pada setiap baris, baitnya, serta guru lagu. Kalimat yang digunakan harus mempunyai makna dan arti, menggunakan bahasa sopan dan juga adanya nama pengarang di depan atau teks.

Setelah paham mengenai semua isi dari ciri – ciri pembuatan puisi bahasa Jawa yang baik, maka Anda bisa langsung memulainya, seperti memikirkan judul, jenis apa geguritan yang dibuat, lalu menggunakan bahasa indah serta sopan dalam mencurahkan isinya.
 

Ciri Umum Pada Jenis Geguritan

Geguritan adalah karya sastra kuno yang mempunyai ciri dari versi lama atau juga disebut klasik dengan sifat anonim, yaitu tanpa adanya nama pengarang serta penulisnya. Ini dikarenakan zaman dahulu orang – orang tersebut tidak ingin menonjolkan diri. Namun, saat ini terdapat beberapa macam seperti:

Puisi Jawa Modern

Tahukah Anda bahwa puisi Jawa ini termasuk ke dalam salah satu jenis geguritan? Memiliki ciri – ciri yang hampir sama seperti karya sastra lainnya. Cara membuatnya pun juga begitu, salah satunya menggunakan bahasa sopan dan indah.

Ciri – ciri utamanya adalah pada setiap baris tidak terikat berapa jumlah katanya, bentuknya bebas tak harus berbentuk bait (jika memakai, barisnya tak ada aturan), adanya gagasan pokok, suku kata serta vokalnya bebas.

Syair Lagu

Jenis kedua dari geguritan bahasa Jawa yaitu syair lagu dan pada umumnya termasuk ke dalam puisi lama. Hanya saja bedanya terletak di bunyi akhir larik, untuk tiap baitnya terdiri atas empat baris dan di akhir memiliki bunyi yang sama.

Ciri – ciri utamanya meliputi setiap baitnya memiliki empat baris, suku kata di masing – masing barisnya ada 8 hingga 14. Namun, ada isi, rima dan syairnya tidak mempunyai sampiran, untuk bahasanya berbentuk kiasan.

Itulah penjelasan mengenai ciri – ciri (titikane) geguritan dan jenisnya. Pada umumnya masih banyak macam karya sastra Jawa selain yang telah disebutkan di atas. Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat bagi semua orang.