Sejarah Masjid Agung Awwal Fathul Mubien di Manado

Sejarah Masjid Agung Awwal Fathul Mubien di Manado

Masjid merupakan suatu tempat yang digunakan untuk bersujud. Lalu arti lain dari masjid ialah suatu bangunan yang khusus digunakan untuk tempat berkumpulnya para umat islam untuk melaksanakan shalat berjamaah. Di kota manado sulawesi utara tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin, kecamatan Tuminting. Pada tahun 1770 di dirikan sebuah masjid Agung Awwal Fathul Mubien yang merupakan masjid pertama di kota Manado.

Pada tahun 1760, Kota Manado mulai dibuat sebagai wilayah persinggahan atau transit bagi para pedagang. Saat itu Kota Manado mulai menjadikan dirinya sebagai lintasan perdagangan rempah-rempah di daerah KTI setelah Makassar, Ternate dan Ambon. Pada awalnya para pendatang ini yang berprofesi sebagai pedagang dan beragama Islam dari Ternate, Tidore, Makian (Maluku Utara) dan Hitu (Ambon), mulai tinggal dan menetap sementara di Manado, tepatnya di daerah Pondok.

Seiring berkembangnya zaman, jalur perdagangan sudah semakin ramai. Para pedagang yang berasal dari Jawa Tengah, Solo, Yogyakarta serta Surabaya juga ikut berdatangan dan mulai menetap. Banyak pula dari mereka yang berprofesi sebagai pegawai yang bekerja pada pemerintahan Hindia Belanda. Semakin banyaknya masyarakat yang beragama islam di manado, membuat mereka sedikit-sedikit mulai berpikir untuk membangun dan juga mendirikan suatu perkampungan khusus untuk para umat islam. Supaya mereka lebih bebas melaksanakan ajaran islam sesuai dengan syariat islam.

Sejarah Masjid Agung Awwal Fathul Mubien di Manado

Sejarah Masjid Agung Awwal Fathul Mubien di Manado

Keinginan masyarakat baru terlaksanakan 10 tahun kemudian atau sekitar tahun 1770-an. Itu pula dengan persetujuan pemerintah belanda yang pilih wilayah kosong dan layak untuk ditempati. Yaitu ujung utara manado, pada waktu itu namanya kampung suraya. Lokasi itu yang akhirnya jadi tempat untuk pendatang baru para umat islam untuk melangsungkan hidup dan kehidupannya.

Sejarah singkat tentang risalah dibangunnya Masjid Awwal Fathul Mubien, Menurut penuturan Hi. Hasan Jan SE. Wilayah itu dipilih sebab pada saat itu daerah tersebut sering terjadi suatu konflik. Maksudnya ialah rawan sekali peperangan antara penduduk asli yang tinggal di daerah manado bagian utara. Dengan penduduk asli yang tinggal di daerah manado bagian selatan. Umat islam mulai bertambah banyak dan pada berdatangan dari daerah cirebon, banjar, padang, indramayu, palembang dan juga wilayah yang lainnya. Malah para pedagang timur tengah yang berasal dari Hadramaut Yaman datang dari jalur utara jawa.

Sekitar tahun 1802 lalu dibangun di tengah tengah kampung sebuah masjid yang diberi nama Awwal Fathul Mubien yang artinya sebagai awal atau pembuka yang nyata. Dengan keadaan awalnya bangunan masjid ini masih memakai pondasi karang berlantai papan. Dan untuk bagian ujung kampung disiapkan lahan kuburan khusus untuk para penduduk yang beragama islam.

Pada tahun 1830 untuk pertama kalinya bangunan masjid ini diberikan pagar. Bangunan masjid ini diperbaiki jadi lebih besar dengan ukuran 8 x 8 meter. Dengan pondasi mulai menggunakan campuran kapur dengan tras. Renovasi bangunan masjid ini masih terus dikerjakan hingga tahun 1930 masjid ini berubah luasnya menjadi 8 x 12 meter. Lalu diperluas kembali jadi 8 x 14 meter. Lalu pada tahun 1967 hingga 1995 diluaskan lagi jadi 26 x 26 meter. Dan pada tahun 2001 hingga saat ini masjid masih terus dilakukan perbaikan, dengan memasang keramik atau tegel pada seluruh bagian masjid. Ini dikerjakan tak hanya untuk makin bertambahnya umat islam, tetapi juga untuk aktivitas aktivitas saat mengembangkan kebudayaan islam. Contohnya seperti : mengaji, baca do’a maulud, baca tulis al-qur’an, kajian, pengajian ibu ibu rutin, kesenian hadrah dan marawis dan kegiatan yang lainnya.

Penulis ada informasi harga karpet masjid turki terbaru di toko karpet masjid di bekasi paling laris seIndonesia. Info bisa didapatkan pada artikel terbaru selanjutnya dari web ini.